Apa Itu Jujitsu? Seni Bela Diri yang Lembut Tapi Bisa Menjatuhkan Lawan!

  • Xsports Medal Contributor
    • March 10, 2026
    Apa Itu Jiu Jitsu
    • Home
    • >
    • Blog
    • >
    • Apa Itu Jujitsu? Seni Bela Diri yang Lembut Tapi Bisa Menjatuhkan Lawan!

    Jujitsu atau jujutsu merupakan salah satu seni bela diri tradisional Jepang yang telah bertahan selama ratusan tahun. Bela diri ini lahir dari kebutuhan praktis para samurai di medan perang. Alih-alih mengandalkan kekuatan otot, jujitsu mengutamakan teknik, keseimbangan, serta pemanfaatan momentum lawan. Masih banyak fakta menarik tentang apa itu Jujitsu yang perlu dibahas, termasuk sejarahnya. 

    Seiring berjalannya waktu, jujitsu tidak berhenti sebagai warisan tradisional Jepang. Seni bela diri ini berkembang menjadi berbagai aliran modern dan menyebar ke berbagai belahan dunia dengan adaptasi yang beragam. Salah satu istilah yang sering memunculkan pertanyaan adalah perbedaan antara jujitsu dan jiu-jitsu. Apakah keduanya sama? Berikut pembahasan mendalamnya. 

    Apa Itu Jujitsu?

    Apa Itu Jujitsu
    Sc: Jiu Jitsu Thoughts

    Jujutsu atau jujitsu adalah istilah umum yang merujuk pada berbagai aliran seni bela diri Jepang. Dalam bahasa Jepang, jujutsu berarti “teknik kelembutan”. Istilah ini tidak mengacu pada satu aliran tunggal, melainkan mencakup banyak sistem bela diri yang memiliki prinsip serupa, yaitu menggunakan fleksibilitas dan kecerdikan untuk mengalahkan lawan.

    Teknik-teknik jujitsu dirancang untuk mengendalikan, melumpuhkan, atau menjatuhkan lawan tanpa harus mengandalkan kekuatan fisik. Prinsip utama yang digunakan adalah yawara-gi, yaitu kemampuan untuk “mengalah dengan cerdas” dan memanfaatkan tenaga lawan untuk melawan dirinya sendiri. Pendekatan inilah yang kemudian menginspirasi lahirnya seni bela diri seperti judo dan aikido.

    Jujitsu berkembang dalam berbagai aliran yang disebut ryuha. Jujitsu terbagi menjadi dua, yaitu tradisional dan modern. Jujitsu tradisional biasanya mencerminkan kondisi zaman ketika aliran tersebut diciptakan, termasuk teknik menghadapi lawan berbaju zirah pada masa perang. Sementara itu, jujitsu modern telah disesuaikan, ketika pertarungan terjadi dalam konteks sipil dan tanpa perlengkapan perang.

    Sejarah Jujitsu dari Era Samurai

    Jujitsu lahir pada masa feodal Jepang, ketika para samurai membutuhkan keterampilan bertarung tanpa senjata. Dalam situasi tertentu, pedang bisa hilang, patah, atau tidak boleh digunakan. Oleh karena itu, jujitsu dikembangkan sebagai sistem pertahanan jarak dekat yang efektif. Teknik jujitsu menekankan bantingan, kuncian persendian, cekikan, serta serangan ke titik-titik vital tubuh. 

    Semua teknik dirancang agar seorang petarung dengan postur lebih kecil tetap mampu menghadapi lawan yang lebih besar atau bersenjata. Seiring berakhirnya era perang dan masuknya Jepang ke masa damai, jujitsu mulai berkembang sebagai seni bela diri yang lebih sistematis dan terstruktur. Dari jujitsu inilah kemudian lahir berbagai cabang bela diri modern, seperti judo, aikido, serta jiu-jitsu di luar Jepang.

    Baca Juga: Karate vs Silat: Adu Teknik Jepang dan Kearifan Lokal Indonesia

    Apa Itu Jiu Jitsu
    Sc: PeopleImages_Getty Images

    Sejarah Jujitsu di Indonesia

    Perjalanan jujitsu di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Jujitsu pertama kali diperkenalkan oleh Ishikawa Sensei, seorang tentara Jepang yang mengajarkan aliran I Kyushin Ryu kepada Raden Soetopo, seorang bangsawan muda dari Ponorogo, Jawa Timur. Dari sinilah lahir penggabungan teknik jujitsu dengan bela diri tradisional Pencak Ponorogo.

    Hasil penggabungan tersebut kemudian dikenal sebagai Jiu-Jitsu Bantaran Angin I Kyushin Ryu, yang berkembang menjadi Institut Jiu-Jitsu Indonesia (IJI) pada 8 Desember 1981. Organisasi ini berperan besar dalam menyebarkan jujitsu khas Indonesia ke berbagai daerah, bahkan hingga ke luar negeri dengan nama Indonesian Jiu-Jitsu.

    Selain itu, terdapat pula Jiujitsu Club Indonesia (JCI) yang sudah berdiri sejak tahun 1950 dan menjadi salah satu perguruan jujitsu tertua di Indonesia. Sejarah panjang dari seni bela diri Jujitsu bukan sekadar seni bela diri asing, melainkan telah menjadi bagian dari perkembangan bela diri di Indonesia. Jujitsu juga mampu beradaptasi dan berbaur dengan budaya lokal tanpa kehilangan jati dirinya.

    Teknik Dasar Jujitsu

    Setelah membahas tentang apa itu Jujitsu, Anda juga perlu memahami teknik jujitsu yang terbagi menjadi tiga kategori utama. Pertama adalah atemi waza, yaitu teknik serangan ke titik lemah tubuh lawan. Kedua adalah kansetsu waza atau kuncian persendian yang bertujuan melumpuhkan gerakan lawan. Ketiga adalah nage waza, yaitu teknik bantingan untuk menjatuhkan lawan ke tanah.

    Baca Juga: 7 Seni Bela Diri Asli Indonesia yang Jarang Dibahas, Tak Banyak yang Tahu!

    Sejarah Jujitsu
    Sc: KOL

    Teknik Bela Diri Jujitsu Modern

    Dalam praktik modern, jujitsu mengajarkan berbagai teknik yang fokus pada efisiensi dan kontrol. Beberapa teknik dasar yang umum dipelajari antara lain teknik shrimp untuk meloloskan diri, teknik sit-up segitiga untuk mempertahankan posisi dominan, serta teknik guard retention untuk mengontrol lawan menggunakan kaki.

    Selain itu, terdapat teknik submission seperti guillotine, kimura, dan berbagai jenis cekikan yang bertujuan memaksa lawan menyerah. Teknik sapuan seperti sapuan trisep dan sapuan pendulum juga diajarkan untuk mengubah posisi dan mendapatkan keuntungan strategis dalam pertarungan. Seluruh teknik ini menuntut ketepatan waktu, kontrol tubuh, dan pemahaman posisi agar serangannya efektif.

    Aliran Jujitsu

    Jujitsu memiliki banyak aliran, mulai dari Takenouchi-ryu yang merupakan aliran tertua, hingga Shindo Yoshin-ryu, Daito-ryu, dan Hakko-ryu. Di Indonesia, Jiu-Jitsu Bantaran Angin Ponorogo I Kyushin Ryu menjadi salah satu aliran yang unik karena merupakan hasil penggabungan jujitsu Jepang dan pencak silat lokal.

    Tingkatan Sabuk Jujitsu

    Seperti banyak seni bela diri lainnya, jujitsu menggunakan sistem sabuk untuk menunjukkan tingkat kemampuan praktisi. Urutan sabuk dimulai dari putih, kuning, oranye, hijau, biru, ungu, coklat, hingga hitam dan merah. Setiap warna sabuk mencerminkan pengalaman, pemahaman teknik, dan kedewasaan mental seorang praktisi.

    Pada tingkat tertinggi, sabuk merah diberikan kepada praktisi senior dengan pengalaman puluhan tahun dan kontribusi besar terhadap perkembangan jujitsu. Sistem ini menegaskan bahwa bela diri jujitsu bukan hanya tentang kemampuan fisik, tetapi juga perjalanan panjang dalam belajar dan mendalami nilai-nilainya.

    Apa Itu Jiu Jitsu dan Apa Bedanya dengan Jujitsu?

    Secara istilah, jiu jitsu sebenarnya merupakan variasi penulisan dari jujutsu. Namun, dalam konteks modern, jiu jitsu sering merujuk pada Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ), yaitu pengembangan jujitsu Jepang yang berfokus pada pertarungan di lantai. BJJ menekankan teknik grappling, kontrol posisi, dan submission, serta sangat populer dalam kompetisi olahraga bela diri campuran.

    Baca Juga: Macam-Macam Bela Diri dari Berbagai Negara, Bikin Tubuh Kuat dan Mental Baja!

    Jiu Jitsu
    Sc: kali9_Getty Images Signature

    Penutup

    Pembahasan seputar apa itu jiu jitsu begitu menarik untuk ditelusuri. Seni bela diri ini berakar dari filosofi kelembutan, kecerdikan, dan efisiensi. Berawal dari medan perang para samurai hingga arena olahraga modern, jujitsu terus berkembang tanpa kehilangan esensi utamanya. Memahami jujitsu bukan hanya tentang teknik bertarung, tetapi juga tentang cara berpikir, mengendalikan diri, dan menghormati lawan.

    Bagi Anda yang terlibat dalam dunia olahraga, bela diri, atau penyelenggaraan kompetisi, apresiasi terhadap perjalanan dan prestasi atlet sangatlah penting. Salah satunya dengan memberikan medali yang dirancang dengan makna. Anda dapat memesan medali custom berkualitas melalui Xsportsmedal. Follow Instagram kamu untuk inspirasi desain dan hubungi WhatsApp untuk pemesanan!


    Artikel Terkait