Trofi Piala Dunia FIFA: Sejarah, Fakta Menarik, dan Makna di Balik Simbol Juara Dunia

  • Xsports Medal Contributor
    • July 14, 2026
    Trofi Piala Dunia FIFA
    • Home
    • >
    • Blog
    • >
    • Trofi Piala Dunia FIFA: Sejarah, Fakta Menarik, dan Makna di Balik Simbol Juara Dunia

    Piala Dunia selalu menghadirkan momen yang dinantikan oleh jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia. Setelah perjuangan panjang selama turnamen, hanya satu tim yang berhak mengangkat trofi di akhir pertandingan final. Momen tersebut menjadi simbol keberhasilan tertinggi yang diimpikan setiap pemain sepak bola profesional. Di balik kemegahannya, Trofi Piala Dunia FIFA ternyata memiliki sejarah yang panjang dan penuh cerita.

    Banyak orang mengenal bentuknya yang berwarna emas dengan dua figur manusia yang menopang bola dunia. Namun, tidak semua mengetahui bahwa trofi yang digunakan saat ini bukanlah trofi pertama dalam sejarah Piala Dunia. Mulai dari perubahan desain, material pembuatannya, hingga aturan kepemilikannya, Trofi Piala Dunia FIFA telah mengalami berbagai perkembangan sejak turnamen pertama digelar pada tahun 1930. Berikut detailnya.

    Sejarah Trofi Piala Dunia FIFA

    Sejarah Trofi Piala Dunia FIFA
    Sc: Detik Sport – detikcom

    Sejarah Trofi Piala Dunia FIFA dimulai bersamaan dengan penyelenggaraan Piala Dunia pertama di Uruguay pada tahun 1930. Saat itu, trofi yang digunakan masih bernama Victory, sebelum akhirnya berganti nama menjadi Jules Rimet Trophy pada tahun 1946 sebagai penghormatan kepada Jules Rimet, Presiden FIFA yang menjadi penggagas lahirnya kompetisi sepak bola terbesar di dunia.

    Jules Rimet Trophy dirancang oleh pematung asal Prancis, Abel Lafleur. Bentuknya menampilkan Dewi Nike, dewi kemenangan dalam mitologi Yunani, yang memegang sebuah piala. Trofi tersebut dibuat menggunakan perak berlapis emas dengan alas batu lapis lazuli sehingga tampil elegan sekaligus berbeda dari trofi olahraga lainnya.

    Pada tahun 1970, Brasil berhasil menjadi negara pertama yang menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali. Sesuai aturan FIFA saat itu, negara yang berhasil meraih tiga gelar berhak memiliki Jules Rimet Trophy secara permanen. Karena trofi lama telah menjadi milik Brasil, FIFA kemudian mengadakan kompetisi desain untuk menciptakan trofi baru yang digunakan mulai Piala Dunia 1974 hingga sekarang.

    Fakta Menarik Trofi Piala Dunia FIFA

    Piala Dunia FIFA
    Sc: Kompas

    Di balik tampilannya yang ikonik, Trofi Piala Dunia FIFA menyimpan banyak fakta menarik yang jarang diketahui. Mulai dari sejarah pergantian desain, material pembuatannya, hingga aturan ketat mengenai siapa yang boleh menyentuh trofi asli, semuanya membuat penghargaan ini menjadi salah satu simbol paling bergengsi dalam dunia sepak bola. Berikut fakta-fakta menariknya.

    1. Dirancang Melalui Kompetisi Internasional

    Trofi yang digunakan saat ini merupakan hasil kompetisi desain yang diikuti oleh puluhan seniman dari berbagai negara. Dari lebih dari 50 desain yang masuk, karya pematung Italia Silvio Gazzaniga akhirnya dipilih sebagai pemenang. Desain tersebut menampilkan dua figur manusia yang mengangkat bola dunia ke atas sebagai simbol kemenangan, semangat, dan persatuan melalui sepak bola. Hingga sekarang, bentuk tersebut tetap dipertahankan karena dianggap mampu merepresentasikan prestise turnamen terbesar di dunia.

    2. Terbuat dari Emas 18 Karat

    Banyak orang mengira Trofi Piala Dunia FIFA dibuat dari emas murni. Faktanya, trofi ini menggunakan emas 18 karat atau sekitar 75 persen kandungan emas. Tingginya mencapai sekitar 36,8 sentimeter dengan berat sekitar 6,175 kilogram. Bagian bawah trofi dihiasi dua lapisan batu malachite berwarna hijau yang memberikan kontras sekaligus memperkuat tampilannya.

    Menariknya, bagian dalam trofi tidak sepenuhnya padat. Struktur berongga sengaja digunakan agar bobotnya tetap ideal ketika diangkat oleh para pemain saat seremoni juara. Jika seluruh bagian dibuat dari emas solid, beratnya diperkirakan bisa mencapai lebih dari 70 kilogram sehingga hampir mustahil untuk diangkat.

    Baca Juga: Daftar Tuan Rumah Piala Dunia FIFA dari 1930 hingga 2034, Penuh Momen Bersejarah!

    Sejarah Trofi Piala Dunia
    Sc: InsertLive

    3. Juara Tidak Membawa Pulang Trofi Asli

    Salah satu fakta yang sering membuat penggemar terkejut adalah negara juara sebenarnya tidak menyimpan trofi asli. Setelah seremoni penyerahan hadiah selesai, Trofi Piala Dunia FIFA akan dikembalikan ke FIFA dan disimpan di FIFA World Football Museum yang berada di Zürich, Swiss. Sebagai gantinya, negara juara menerima replika resmi berlapis emas yang ukurannya sama dengan trofi asli. Kebijakan ini mulai diterapkan untuk menjaga keamanan trofi setelah pengalaman buruk hilangnya Jules Rimet Trophy.

    4. Pernah Menjadi Korban Pencurian

    Sebelum Trofi Piala Dunia FIFA yang sekarang digunakan, Jules Rimet Trophy sempat mengalami perjalanan yang penuh drama. Saat Perang Dunia II, trofi tersebut disembunyikan dalam kotak sepatu oleh Ottorino Barassi, pejabat sepak bola Italia, untuk melindunginya agar tidak jatuh ke tangan pasukan Nazi.

    Beberapa dekade kemudian, tepatnya menjelang Piala Dunia 1966 di Inggris, trofi kembali dicuri saat dipamerkan kepada publik. Beruntung, trofi berhasil ditemukan beberapa hari kemudian oleh seekor anjing bernama Pickles di sebuah taman. Namun, pencurian kedua yang terjadi di Brasil pada tahun 1983 berakhir berbeda. Jules Rimet Trophy hilang hingga sekarang dan diyakini telah dilebur sehingga tidak pernah berhasil ditemukan kembali.

    Baca Juga: Cara Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia FIFA: Proses Panjang di Balik Ajang Sepak Bola Terbesar Dunia

    Trofi Piala Dunia
    Sc: detikcom

    5. Nama Juara Selalu Diukir di Bagian Dasar

    Meski tidak dapat dimiliki secara permanen, setiap negara juara tetap meninggalkan jejak pada Trofi Piala Dunia FIFA. Setelah turnamen selesai, nama negara pemenang beserta tahun kemenangan akan diukir pada bagian bawah alas trofi. Mulai dari Jerman Barat pada 1974 hingga Argentina pada edisi 2022, seluruh juara telah tercatat dalam ukiran tersebut. Tradisi ini membuat satu trofi yang sama menjadi saksi perjalanan sejarah sepak bola dunia selama puluhan tahun.

    6. Hanya Orang Tertentu yang Boleh Menyentuhnya

    Tidak semua orang diperbolehkan memegang trofi asli dengan tangan kosong. FIFA menerapkan aturan khusus bahwa hanya pemain juara, pelatih juara, kepala negara tertentu, serta pejabat resmi FIFA yang diizinkan menyentuh Trofi Piala Dunia FIFA. Aturan tersebut diterapkan untuk menjaga keamanan sekaligus mempertahankan nilai eksklusivitas trofi yang menjadi impian setiap pesepak bola profesional.

    Baca Juga: Sejarah Piala Dunia FIFA: Perjalanan Turnamen Sepak Bola Terbesar di Dunia

    Penutup

    Trofi Piala Dunia FIFA bukan hanya penghargaan bagi tim terbaik di dunia, tetapi juga simbol sejarah, prestasi, dan mimpi yang terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Setiap detailnya, mulai dari desain, material, hingga ukiran nama para juara, menyimpan cerita panjang tentang perkembangan sepak bola internasional. Bagi Anda yang mengikuti Piala Dunia, memahami sejarah trofi membuat momen pengangkatan trofi di partai final terasa lebih bermakna.


    Artikel Terkait