Apa Itu Pickleball? Olahraga Baru yang Tiba-tiba Semua Orang Ingin Coba

  • Xsports Medal Contributor
    • August 7, 2026
    Apa Itu Pickleball
    • Home
    • >
    • Blog
    • >
    • Apa Itu Pickleball? Olahraga Baru yang Tiba-tiba Semua Orang Ingin Coba

    Ada olahraga yang namanya terdengar asing, tampilannya sederhana, tapi begitu dicoba sekali, sulit untuk tidak kembali lagi. Namanya pickleball. Kalau belakangan ini sering melihat nama ini muncul di media sosial atau teman-teman mulai membicarakannya, Anda tidak salah tangkap. Buat yang belum mengenal apa itu Pickleball, olahraga ini memang sedang naik daun.

    Bukan hanya di Amerika Serikat, tempat ia lahir, tetapi juga di Indonesia. Pertumbuhannya tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Tapi mengapa olahraga yang baru benar-benar dikenal luas dalam satu dekade terakhir ini bisa menyebar begitu cepat, ke berbagai kelompok usia, di berbagai belahan dunia. Yuk, kenal lebih mendalam!

    Apa Itu Pickleball?

    Apa Itu Pickleball
    Sc: Olga Sazonova Getty Images

    Secara sederhana, olahraga pickleball adalah olahraga raket yang menggabungkan elemen tenis, bulu tangkis, dan tenis meja. Dimainkan di lapangan berukuran 6,1 x 13,4 meter, jauh lebih kecil dari lapangan tenis biasa dengan net setinggi 86 sentimeter di bagian tengah. Pemain menggunakan paddle solid, bukan raket bersenar, untuk memukul bola plastik berlubang yang ringan dan tidak memantul terlalu kencang.

    Bola berlubang itu bukan desain asal-asalan. Fungsinya sangat spesifik, yaitu menambah hambatan udara sehingga laju bola melambat. Artinya, pemain punya lebih banyak waktu untuk bereaksi. Tidak perlu refleks secepat petir, tidak perlu tenaga sebesar atlet profesional.

    Permainan bisa dimainkan satu lawan satu atau dua lawan dua. Servis dilakukan secara underhand, dari bawah pinggang, diarahkan diagonal ke area lawan. Ada zona khusus bernama “kitchen” atau non-volley zone, yaitu area sekitar dua meter dari net di kedua sisi lapangan. Di zona ini, pemain tidak boleh memukul bola sebelum ia memantul terlebih dahulu. Aturan inilah yang membuat permainan menjadi taktis.

    Pemain tidak bisa sekadar maju ke depan net dan memukul sekeras mungkin. Poin diraih oleh pihak yang sedang melakukan servis. Permainan berakhir ketika salah satu tim mencapai 11 poin dengan selisih minimal 2 poin. Dalam format turnamen, angka ini bisa naik ke 15 atau 21 poin.

    Sejarah Pickleball

    Cerita asal-usul pickleball sangat manusiawi. Berawal di tahun 1965 di Bainbridge Island, Washington, Amerika Serikat, tiga orang ayah bernama Joel Pritchard, Bill Bell, dan Barney McCallum sedang kebingungan mencari aktivitas untuk menghibur anak-anak mereka yang bosan di musim panas. Tidak ada peralatan lengkap, tidak ada rencana besar.

    Mereka hanya mengambil raket pingpong, bola plastik berlubang, dan mulai bermain di lapangan bulu tangkis yang ada di halaman. Dari situlah pickleball lahir. Bukan dari laboratorium olahraga, bukan dari federasi internasional. Tapi dari tiga ayah yang iseng dan kreatif. Nama “pickleball” sendiri punya dua versi cerita.

    Satu versi mengatakan nama itu terinspirasi dari “pickle boat” istilah dalam olahraga dayung untuk perahu yang diisi pemain sisa dari berbagai tim. Versi lain mengaitkannya dengan nama anjing keluarga Pritchard yang bernama Pickles, yang sering mengejar bola saat mereka bermain. Mana yang benar? Sampai sekarang masih diperdebatkan. Tapi keduanya sama-sama menarik untuk diketahui.

    Baca Juga: Format Pertandingan Voli yang Cocok untuk Sekolah, Kampus, dan Komunitas

    Olahraga Pickleball
    Sc: YinYang Getty Images Signature

    Mengapa Pickleball Bisa Sepopuler Ini?

    Tenis sudah ada ratusan tahun. Badminton dimainkan di hampir seluruh penjuru dunia. Tapi pickleball, yang usianya baru 60 tahun, tiba-tiba meledak dalam satu dekade terakhir. Ada satu kata yang menjelaskan fenomena ini, yaitu aksesibilitas. Pickleball mudah dipelajari.

    Dalam satu sesi bermain, pemula sudah bisa menikmati permainan yang sesungguhnya, bukan sekadar latihan dasar berulang-ulang. Lapangannya kecil sehingga pergerakan tidak terlalu menguras tenaga. Bolanya lambat sehingga tidak membuat pemain baru merasa kewalahan. Dan aturannya cukup sederhana untuk dipahami dalam waktu singkat.

    Tapi jangan salah, mudah dipelajari tidak berarti membosankan setelah mahir. Semakin dalam pemain memahami taktik, zona kitchen, timing dink shot yang tepat, dan strategi bermain ganda, semakin banyak lapisan strategis yang bisa dieksplorasi. Pickleball adalah olahraga yang ramah di awal tapi tidak pernah benar-benar habis untuk dipelajari.

    Faktor sosialnya juga tidak bisa diabaikan. Ada format permainan yang disebut “mixer”, di mana pemain menang dan kalah terus berganti pasangan dan lawan. Dalam satu sesi, Anda bisa bermain dengan banyak orang berbeda, membuka percakapan, dan keluar dari lapangan dengan kenalan baru. Ini bukan sekadar olahraga, tapi juga aktivitas sosial yang organik.

    Cocok untuk Semua Usia

    Frasa “cocok untuk semua usia” sering terdengar seperti slogan. Tapi untuk pickleball, klaim ini benar-benar bisa dibuktikan. Karena ukuran lapangannya kecil dan bola bergerak lebih lambat, pemain yang sudah berumur pun bisa menikmati permainan tanpa risiko cedera tinggi pada lutut dan sendi.

    Di Amerika Serikat, pickleball justru pertama kali populer di kalangan lansia sebelum akhirnya merambah ke generasi muda. Di Indonesia, tren ini sedikit berbeda, milenial dan Gen Z yang lebih dulu masuk, tapi perlahan kelompok usia yang lebih tua pun mulai tertarik. Anak muda menyukainya karena kompetitif dan seru. Orang yang lebih tua menyukainya karena tidak membebani sendi seperti tenis.

    Semua kelompok usia bisa bermain bersama di satu lapangan yang sama, sesuatu yang tidak banyak olahraga yang bisa mengklaim dengan jujur. Selain fisik, manfaat psikologisnya juga nyata. Bermain pickleball menumbuhkan rasa senang, membangun koneksi sosial, dan memberikan dorongan mood positif setelah sesi bermain. Dalam satu jam bermain, tubuh bisa membakar antara 350 hingga 600 kalori.

    Baca Juga: Medali Custom untuk Turnamen Voli, Bikin Event Lebih Berkesan

    Pickleball
    Sc: andreswd Getty Images

    Perkembangan Pickleball di Indonesia

    Di Indonesia, pickleball mulai mendapat perhatian serius. Indonesia Pickleball Federation sudah berdiri sejak 2020 dan pada 2025, turnamen seperti Jakarta Pickleball Championship serta Pickleball Indonesia Open menjadi bukti bahwa komunitas ini bukan sekadar tren sesaat.

    Lapangan terus bertambah di berbagai kota, seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Bandung, hingga Yogyakarta. Olahraga yang awalnya ditemukan secara tidak sengaja oleh tiga ayah di musim panas ini kini perlahan menjadi bagian dari gaya hidup aktif masyarakat urban Indonesia. Dan semua tanda menunjukkan bahwa ini baru permulaan.

    Baca Juga: 9 Jenis-Jenis Turnamen Voli yang Perlu Dipahami Sebelum Menentukan Konsep Acara

    Sejarah Pickleball
    Sc: Olga Sazonova Getty Images

    Penutup

    Apakah Anda bagian dari komunitas pickleball yang sedang berkembang ini? Entah sebagai pemain, penyelenggara turnamen, atau pelatih, setiap pencapaian di lapangan layak untuk dirayakan. Abadikan momen terbaik komunitas Anda dengan medali custom berkualitas dari XsportsMedal.

    Dirancang khusus untuk berbagai ajang olahraga, medali dari XsportsMedal bisa disesuaikan dengan desain, ukuran, dan kebutuhan event Anda. Karena setiap perjuangan di lapangan, sekecil apa pun, layak mendapat penghargaan yang berkesan. Hubungi WhatsApp untuk pemesanan dan follow Instagram untuk update terbaru!


    Artikel Terkait