Sumo adalah salah satu olahraga tradisional Jepang yang tidak hanya memikat masyarakat lokal, tetapi juga menarik perhatian dunia. Olahraga ini kerap dianggap unik karena menampilkan pegulat bertubuh besar yang saling beradu kekuatan di dalam sebuah ring sederhana. Jika Anda tertarik lebih banyak tentang apa itu Sumo, fakta berikut menarik untuk diketahui.
Di balik tampilannya yang terlihat keras dan singkat, Sumo menyimpan sejarah panjang serta nilai budaya yang sangat dalam. Sumo lebih dari sekadar olahraga, melainkan bagian penting dari identitas Jepang. Ternyata, Sumo berkaitan erat dengan ritual, kepercayaan, hierarki sosial, dan filosofi hidup masyarakat Jepang sejak ratusan tahun lalu. Simak lebih lanjut!
Apa Itu Sumo?

Sumo adalah olahraga gulat tradisional Jepang yang mempertemukan dua orang pegulat atau disebut rikishi, di dalam sebuah ring berbentuk lingkaran. Tujuan pertandingan Sumo terbilang sederhana, yaitu mendorong lawan keluar dari ring atau membuat lawan menyentuh tanah dengan bagian tubuh selain telapak kaki. Praktiknya membutuhkan kekuatan, keseimbangan, serta teknik yang matang.
Ciri khas Sumo yang paling mencolok adalah postur tubuh para pegulatnya. Rikishi umumnya memiliki tubuh besar dan gemuk karena massa tubuh menjadi salah satu faktor penting dalam pertandingan. Semakin besar dan stabil tubuhnya, semakin besar pula peluangnya untuk menguasai ring. Meski demikian, Sumo tidak semata-mata soal berat badan, karena teknik dan strategi juga berperan penting.
Sumo merupakan olahraga asli Jepang dan telah dipraktikkan sejak berabad-abad lalu. Meski beberapa negara seperti Mongolia dan Korea memiliki olahraga gulat tradisional yang mirip, Sumo tetap memiliki identitas tersendiri. Keunikan lainnya terletak pada berbagai ritual yang menyertai pertandingan, seperti menaburkan garam ke dalam ring sebagai simbol penyucian dan perlindungan dari hal buruk.
Asal-usul Sumo
Sejarah Sumo dapat ditelusuri hingga zaman prasejarah Jepang. Dalam literatur klasik Jepang abad ke-8, olahraga ini dikenal dengan sebutan Sumai. Pada masa awalnya, Sumo memiliki aturan yang sangat minim dan sering kali berujung pada pertarungan yang brutal, bahkan hingga menyebabkan kematian. Seiring waktu, bentuk dan tujuan Sumo pun mengalami perubahan.
Pada abad ke-16, penguasa Jepang bernama Oda Nobunaga dikenal sering menyelenggarakan turnamen Sumo. Dari masa inilah bentuk ring Sumo mulai distandarisasi seperti yang dikenal saat ini. Para pegulat pada masa tersebut masih mengenakan penutup tubuh sederhana dari kain kasar, berbeda dengan mawashi modern yang lebih kuat dan rapi.
Memasuki zaman Edo, Sumo semakin berkembang sebagai tontonan publik. Pegulat mulai mengenakan kesho mawashi, yaitu sabuk bermotif indah yang digunakan dalam parade pembukaan turnamen. Hingga kini, kesho mawashi tetap digunakan. Sumo juga memiliki hubungan erat dengan agama Shinto karena banyak ritual di dalamnya bertujuan untuk menghormati dewa atau kami.
Baca Juga: 7 Aliran Karate Paling Terkenal, Jangan Sampai Salah Masuk Dojo!

Ring Sumo (Dohyō)
Pertandingan Sumo berlangsung di atas ring yang disebut dohyō. Dohyō dibuat dari campuran tanah liat yang dipadatkan dan dilapisi pasir halus di permukaannya. Menariknya, dohyō selalu dibangun baru untuk setiap turnamen dan dibongkar setelah turnamen selesai, menegaskan sifat sakral dan sementara dari arena tersebut.
Lingkaran pertandingan memiliki diameter sekitar 4,55 meter dan dikelilingi oleh karung beras yang disebut tawara. Karung ini sebagian ditanam ke dalam tanah liat dan berfungsi sebagai batas ring. Di luar lingkaran terdapat area bernama janome, yang dilapisi pasir halus untuk membantu wasit menentukan apakah seorang pegulat telah keluar dari ring.
Di tengah ring terdapat dua garis putih yang disebut shikiri-sen. Kedua rikishi harus memulai pertandingan dari belakang garis ini. Sebelum setiap pertandingan dimulai, petugas khusus bernama yobidashi memastikan permukaan ring dalam kondisi sempurna. Proses dilakukan dengan teliti karena kondisi dohyō berpengaruh besar terhadap keselamatan serta keadilan pertandingan.
Baca Juga: Apa Itu Karate? Bela Diri yang Terlihat Sederhana tapi Punya Filosofi Mendalam

Teknik dalam Olahraga Sumo
Meski tampak mengandalkan kekuatan fisik, Sumo memiliki berbagai teknik yang membutuhkan ketepatan dan strategi. Salah satu teknik paling umum adalah oshidashi, yaitu mendorong lawan keluar dari ring menggunakan tekanan tubuh dan tangan. Teknik ini sering digunakan oleh pegulat dengan kekuatan dorong yang besar.
Teknik lain yang sangat populer adalah yorikiri, yaitu menarik lawan keluar dari ring dengan memegang sabuk atau mawashi. Teknik ini bertujuan agar pegulat tidak ikut terjatuh bersama lawannya. Selain itu, terdapat teknik shitatehineri yang memanfaatkan putaran tubuh untuk menjatuhkan lawan, serta kakehineri yang mengandalkan kekuatan rotasi dan kejutan. Ada pula teknik henka, yaitu gerakan menghindar secara tiba-tiba untuk mengecoh lawan.
Aturan Sumo
Aturan dalam Sumo sebenarnya cukup sederhana. Pegulat yang pertama kali keluar dari ring atau menyentuh tanah dengan bagian tubuh selain telapak kaki dinyatakan kalah. Tidak ada batasan waktu pertandingan, meski sebagian besar laga berakhir hanya dalam hitungan detik. Tidak ada juga kelas berat badan dalam Sumo. Pegulat bertubuh besar bisa berhadapan dengan lawan yang lebih kecil dan lincah.
Turnamen dan Hierarki Peringkat
Sumo profesional berada di bawah naungan Asosiasi Sumo Jepang. Setiap tahunnya, selalu diselenggarakan enam turnamen resmi yang berlangsung selama 15 hari. Turnamen ini diadakan di Tokyo, Osaka, Nagoya, dan Fukuoka. Pegulat Sumo diklasifikasikan dalam sistem peringkat yang disebut banzuke.
Peringkat ini akan diperbarui setelah setiap turnamen berdasarkan hasil pertandingan. Divisi tertinggi disebut dengan Makuuchi, sementara puncak hierarki ditempati oleh yokozuna. Seorang yokozuna tidak dapat diturunkan peringkatnya, tetapi diharapkan pensiun dengan terhormat saat performanya menurun.
Baca Juga: Apa Itu Jujitsu? Seni Bela Diri yang Lembut Tapi Bisa Menjatuhkan Lawan!

Penutup
Memahami apa itu Sumo sebagai olahraga adu dorong tidaklah cukup, sebab Sumo merupakan warisan budaya Jepang yang sarat makna dan filosofi. Dari ritual keagamaan hingga sistem hierarki yang ketat, Sumo mencerminkan nilai disiplin, kehormatan, dan penghormatan terhadap tradisi. Memahami Sumo berarti memahami bagian penting dari sejarah dan budaya Jepang itu sendiri.
Jika Anda terlibat dalam penyelenggaraan event olahraga atau kompetisi dan ingin memberikan penghargaan yang berkesan, medali adalah simbol apresiasi yang tak tergantikan. Anda bisa memesan medali custom berkualitas melalui XsportsMedal untuk berbagai kebutuhan event olahraga. Jangan lupa follow Instagram xsportsmedal untuk inspirasi desain dan hubungi WhatsApp mereka untuk pemesanan!


